Perkenalkan Ayam Alope Unhas-1 di Jelajah Sampah 2026, Solusi Ekonomi Sirkular dari Rumah

Makassar, 29 Juni 2026 – Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan serta Yayasan Butta Porea Makassar, menggelar Sosialisasi Ayam Alope Unhas-1 melalui program “Jelajah Sampah 2026” pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Panakkukang dan akan terus menyasar hingga ke 14 kecamatan lain di Kota Makassar.

Program Jelajah Sampah 2026 sendiri merupakan sebuah gerakan kolaboratif yang menggabungkan aksi lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu kegiatan. Program ini mengusung tema “Kelola Sampah dari Rumah, Wujudkan Kecamatan Bersih, Hijau, dan Produktif Menuju Makassar Bebas Sampah”.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat mendapatkan kesempatan mengikuti kelas praktik pengolahan sampah, mulai dari pembuatan eco enzyme, budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot untuk mengolah sampah organik, teknik pembuatan kompos tumpuk hingga pengenalan ayam Alope Unhas-1 sebagai komoditas unggulan dan potensial dalam mengurai sampah.

Ayam Alope Unhas-1 sendiri adalah ayam galur lokal unggul tipe pedaging dengan pertumbuhan cepat dan efisiensi pakan tinggi hasil pemuliaan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang telah mulai diperkenalkan pada pertengahan 2025 lalu. Ayam ini dapat memanfaatkan maggot sebagai sumber pakan sehingga ayam ini bisa menjadi solusi tepat dalam sistem ekonomi sirkular. Biaya pakan rendah dan terpenuhinya kebutuhan protein hewani masyarakat menjadikan Ayam Alope Unhas 1 sebagai komoditas strategis untuk ketahanan pangan nasional.

Program Jelajah Sampah 2026 di Makassar berkaitan dengan pencapaian SDGs 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), karena melalui aksi plogging, pemilahan sampah, kelas praktik pengolahan sampah (eco enzyme, maggot, kompos), serta pengenalan Ayam Alope Unhas-1 sebagai solusi strategis dalam ekonomi sirkular, program ini secara konkret mengurangi volume sampah ke TPA sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Jelajah Sampah 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap kesadaran memilah dan mengelola sampah dapat tumbuh dari tingkat rumah tangga, sehingga volume sampah yang berakhir di TPA Antang Tamangapa terus berkurang. Harapan ini semakin kuat dengan diperkenalkannya Ayam Alope Unhas-1 sebagai bagian dari solusi pengolahan sampah organik yang mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Setelah Panakukang, program ini dijadwalkan akan berlanjut ke sejumlah kecamatan lainnya sebagai bagian dari perjalanan panjang mewujudkan Makassar yang lebih bersih dan bebas sampah pada 2029.

Bagikan