Pelatihan Pembuatan Telur Pindang dan Telur Asin untuk Pemberdayaan Masyarakat

pengabdian endah

Soppeng, 21 Juli 2024 – Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengadakan pelatihan pembuatan telur pindang dan telur asin sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Pelatihan ini dipimpin oleh Ibu Endah Murphi Ningrum, S.Pt., M.P., dan dihadiri oleh mahasiswa KKN Gelombang 112 serta warga Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal dan meningkatkan keterampilan masyarakat, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan produk pangan lokal.

Pada sesi pertama pelatihan, Endah Murphi Ningrum memperkenalkan konsep dan proses pembuatan telur pindang. Telur pindang adalah telur yang direbus dalam air yang mengandung bahan herbal seperti daun jambu biji dan daun salam, yang memberikan rasa, warna, dan memperpanjang umur simpan hingga seminggu.

Endah menjelaskan, “Telur pindang direbus dengan bahan herbal seperti daun jambu biji, daun salam, dan bawang merah. Prosesnya dimulai dengan menata daun jambu di dasar panci, kemudian menambahkan bawang merah, daun salam, dan garam, serta menata telur di atasnya. Air dituangkan hingga telur terendam dan direbus selama 30 menit hingga matang.”

Untuk menghasilkan pola retakan yang unik pada kulit telur, telur yang sudah matang diketuk-ketuk hingga kulitnya retak sesuai keinginan.

Endah melanjutkan sesi pelatihan dengan memaparkan proses pembuatan telur asin yang lebih sederhana namun tetap memerlukan ketelitian. “Pembuatan telur asin melibatkan bahan-bahan seperti telur bebek, garam, air, dan toples kedap udara. Langkah pertama adalah mencuci telur bebek untuk menghilangkan kotoran. Selanjutnya, buatlah larutan garam dengan merebus air hingga mendidih, lalu tambahkan garam dan aduk hingga larut sempurna. Biarkan larutan ini mendingin hingga suhu kamar sebelum digunakan,” jelas Endah.

Setelah larutan garam dingin, telur bebek yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam toples bersih, kemudian larutan garam dituangkan hingga seluruh telur terendam. “Pastikan tidak ada udara yang terperangkap di bawah telur untuk memastikan semua bagian telur terkena larutan garam,” tambahnya.

Toples kemudian ditutup rapat dan disimpan di tempat sejuk dan gelap selama 2-4 minggu, tergantung tingkat keasinan yang diinginkan. “Jika telur belum cukup asin, biarkan tetap terendam dan periksa kembali setiap beberapa hari. Setelah mencapai tingkat keasinan yang diinginkan, telur dibilas dengan air bersih dan disimpan di lemari es untuk memperpanjang masa simpan,” tutup Endah.

Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bulue, baik dari segi peningkatan keterampilan maupun kesejahteraan ekonomi.

Pelatihan Pembuatan Telur Pindang dan Telur Asin untuk Pemberdayaan Masyarakat

Bagikan