Salah satu target kinerja yang dicanangkan oleh Rektor Unhas ke para Dekan adalah meningkatkan penerimaan dana non Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari setoran SPP Mahasiswa. Target ini merupakan salah satu inovasi Rektor Unhas untuk meningkatkan kinerja keuangan Unhas tanpa membebani masyarakat (mahasiswa). Untuk itu, Fakultas Peternakan Unhas melakukan berbagai upaya untuk mencapai target kinerja tersebut dengan melakukan berbagai usaha dibidang peternakan.
Salah satu unit bisnis yang sudah berjalan sejak Tahun 2017 adalah unit bisnis closed house yang didirikan atas bantuan dana CSR dari PT Charoen Phokpand Indonesia. Selain sebagai tempat pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa dan dosen, unit ini juga sangat produktif dalam menghasilkan pendapatan. “Sejak beroperasi selama 35 periode, unit closed house telah mampu menginisiasi berdirinya Closed House tahap kedua yang bersumber dari penerimaan CH tahap pertama”, demikian disampaikan oleh ketua pengelola CH Prof. Sudirman Baco pada pertemuan dengan Rektor Unhas (30/04/2023). Lebih lanjut disampaikan bahwa unit closed house ini juga menjadi wahana pembelajaran bagi masyarakat yang akan menekuni usaha CH dengan melakukan studi banding di unhas. Beberapa mahasiswa yang melakuka PKL dan magang di CH Unhas juga dengan mudahnya diterima bekerja di perusahaan mitra PT Charoen Phokpand.
Pada kesempatan tersebut, Dekan Fak. Peternakan Unhas menyetorkan dana sebesar Rp 1.059.000.000,- dari closed house dan Rp 49.000.000,- dari penerimaan lab Bioternak yang telah terakreditasi KAN. Dana ini akan digunakan untuk pengembangan Fakultas Peternakan sehingga sumber pendanaan di Fak. Peternakan saat ini tidak hanya bersumber dari UKT mahasiswa tetapi juga dari penerimaan dari unit-unit produktif. Sebagai dekan, Dr. Syahdar Baba menyampaikan bahwa potensi pengembangan unit produktif sangat besar karena cikal bakal unit produktif sudah sangat banyak. Selain penerimaan dari unit Maiwa Breeding Center yang melakukan usaha ternak sapi yang terintegrasi dari huli ke hilir, terdapat pula kambing Saanen Full Blood yang dapat memproduksi susu. Selain itu, juga terdapat sapi perah yang saat ini sedang dalam proses rekondisi untuk dibuntingkan sehingga juga akan memproduksi susu. Terdapat pula indukan Parent Stock Itik Alabio dan Itik Mojosari. Ternak itik, kambing dan sapi perah semuanya adalah bantuan hibah dari kementerian pertanian melalu Menteri Pertanian Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH.
Selain ternak tersebut, terdapat pula potensi ternak yang telah diteliti sekian lama yaitu ayam kampung ALLOPE. Ayam kampung ini telah mencapai Generasi keempat dari minimal 5 target generasi sebelum dirilis sebagai galur ayam Indonesia. “Kita berharap bahwa logo Unhas yang terdiri dari kepala ayam merupakan kepala ayam ALLOPE,” demikian disampaikan oleh Dekan Fak. Peternakan.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M. Sc. Menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan saat ini selain akan meringankan beban UKT dari mahasiswa, juga akan menjadi ajang promosi positif bagi Fak. Peternakan sendiri. “Ke depannya, calon mahasiswa akan menjadikan pilihan utama Fakultas Peternakan karena selain mampu menyiapkan beasiswa atau pembiayaan dari unit produktif, juga akan menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi alumni Fakultas Peternakan Unhas.” Olehnya itu, Prof. JJ berharap, fakultas lain pun akan melakukan kreativitas dalam meningkatkan unit bisnis yang ada sehingga penerimaan dari non UKT alan meningkat dan semakin menurunkan beban mahasiswa dari UKT.



