Makassar – Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) terus memperluas jejaring kemitraan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Fapet Unhas menerima kunjungan Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam kegiatan diskusi dan penjajakan kerja sama riset yang berlangsung di Ruang Majelis Fakultas Peternakan Unhas, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional untuk mendorong pengembangan penelitian inovatif yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas peternakan, pelestarian sumber daya genetik ternak lokal, serta penguatan ketahanan pangan nasional. Berbagai peluang kolaborasi dibahas secara komprehensif, mulai dari penelitian bersama, pertukaran keahlian peneliti, pengembangan sumber daya manusia, publikasi ilmiah, hingga pemanfaatan fasilitas laboratorium dan hilirisasi hasil riset.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., IPU., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRIN merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki fakultas. “Kolaborasi dengan BRIN merupakan langkah strategis bagi Fakultas Peternakan Unhas dalam mendorong pengembangan riset unggulan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kami berkomitmen menghadirkan inovasi di bidang peternakan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan peternakan nasional,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dan produktif dengan fokus pada sejumlah isu strategis, antara lain pengembangan teknologi reproduksi ternak baik pada Sapi Bali maupun Kuda, konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik ternak lokal, nutrisi dan formulasi pakan, peningkatan produktivitas ternak, serta pengembangan sistem peternakan berkelanjutan berbasis inovasi dan teknologi. Para peserta juga membahas peluang pembentukan konsorsium riset yang melibatkan peneliti BRIN, dosen, dan mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan luaran penelitian yang lebih berdampak bagi masyarakat dan industri peternakan.
Delegasi BRIN yang hadir dipimpin oleh Dr. Delicia Yunita Rahman, M.Si., selaku Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN. Turut hadir Prof. Dr. Ir. Syahruddin Said, M.Agr.Sc., IPU., ASEAN Eng., Ahli Peneliti Utama pada Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN yang tergabung dalam Kelompok Riset Teknologi Reproduksi; Dr. Tulus Maulana, S.Pt., M.Si., Peneliti Ahli Madya pada Kelompok Riset Konservasi Plasma Nutfah; serta Dr. Hikmayani Iskandar, S.Pt., peneliti pada Pusat Riset Zoologi Terapan, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN. Kehadiran para peneliti tersebut mencerminkan keseriusan BRIN dalam membangun kemitraan riset yang berkelanjutan dengan Fakultas Peternakan Unhas.
Sementara itu, dari pihak Fakultas Peternakan Unhas hadir jajaran pimpinan fakultas yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., IPU. selaku Dekan, Prof. Dr. Ir. Aslina Asnawi, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Muhammad Ihsan Andi Dagong, S.Pt., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya, serta Dr. Agr. Ir. Renny Fatmyah Utamy, S.Pt., M.Agr., IPM. selaku Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni. Kegiatan ini juga dihadiri para Ketua Thematic Research Group (TRG) dan dosen dari berbagai bidang keahlian di lingkungan Fakultas Peternakan Unhas. Melalui pertemuan ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan menyusun langkah-langkah strategis dalam pengembangan program riset kolaboratif yang berorientasi pada solusi atas berbagai tantangan sektor peternakan Indonesia. Sinergi antara Fapet Unhas dan BRIN diharapkan mampu menghasilkan inovasi-inovasi unggulan yang mendukung pembangunan peternakan berkelanjutan, meningkatkan daya saing bangsa, serta memperkuat kemandirian riset nasional dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia.




