SOPPENG, 14 Agustus 2026 – Dosen Departemen Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng pada Jumat (14/08/2026). Kegiatan ini mengusung judul “Aplikasi UMMB sebagai Feed Suplement Sapi Potong” yang ditujukan bagi peternak yang tergabung dalam Kelompok Tani “Allaringnge”.
Dalam kegiatan ini, tim dosen memberikan pemahaman penting bahwa Urea Molasses Multi-nutrient Block (UMMB) bukanlah pakan utama pengganti rumput atau hijauan. Dalam bahasa sehari-hari masyarakat peternak setempat, UMMB lebih dikenal dan diibaratkan sebagai “gula-gula sapi”—yaitu pakan suplemen padat nutrisi yang diisap atau dijilat oleh ternak untuk memicu produksi air liur serta menumbuhkan dan meningkatkan nafsu makan sapi.
Pemanfaatan dan Keunggulan UMMB sebagai Pakan Suplemen
Materi pertama pada kegiatan pengabdian tersebut dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Irfan Said, S.Pt., MP., IPM., ASEAN Eng. mengenai pemanfaatan dan keunggulan UMMB pada Peternakan. “Perlu dipahami bersama bahwa UMMB ini bukan pakan utama untuk mengenyangkan sapi, melainkan pakan suplemen atau ibaratnya ‘gula-gula’ bagi sapi. Fungsinya adalah melengkapi kebutuhan nutrisi mikro yang tidak ada pada rumput. Melalui kombinasi molase dan urea, UMMB bekerja merangsang mikroba rumen sekaligus meningkatkan nafsu makan ternak. Ketika nafsu makan sapi meningkat, konsumsi pakan utamanya ikut naik sehingga pertambahan bobot badan sapi menjadi jauh lebih cepat,”urai Prof. Irfan Said.
Penerapan UMMB pada Sapi Bali
Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Sutomo, S.Pt., M.Si. yang memaparkan materi tentang Penerapan / Aplikasi UMMB pada Ternak Sapi Bali. “Sapi bali memiliki keunggulan adaptasi yang tinggi, namun tetap memerlukan asupan nutrisi pelengkap agar pertumbuhannya optimal. Aplikasi UMMB dengan metode perangsang jilat (‘gula-gula’) ini memungkinkan sapi bali mengonsumsi suplemen secara bertahap sesuai kebutuhan biologisnya. Suplementasi ini sangat efektif untuk menjaga kondisi induk laktasi serta memacu laju pertumbuhan sapi bali pemudaan,” jelas Dr. Sutomo.
Pelatihan dan Praktik Pembuatan UMMB Mandiri
Pada sesi akhir, La Ode Rahman Musawa, S.Pt., M.Si. memandu materi dan demonstrasi langsung mengenai Penerapan Pembuatan UMMB. “Pembuatan UMMB ini sangat mudah dan dapat dipraktikkan langsung oleh peternak menggunakan bahan-bahan yang murah dan terjangkau di sekitar kita, seperti molase (tetes tebu), urea, dedak halus, garam, dan ultra mineral dengan bahan perekat. Melalui pelatihan ini, Kelompok Tani Allaringnge diharapkan mampu memproduksi UMMB mandiri untuk menunjang kesehatan dan nafsu makan ternak mereka secara berkelanjutan,” tutur La Ode Rahman.
Respon Peternak dan Harapan Ke Depan
Para peternak dari Kelompok Tani “Allaringnge” di Desa Watu menyambut baik pelatihan ini. Istilah “gula-gula sapi” memudahkan para peternak dalam memahami fungsi UMMB sebagai suplemen penambah nafsu makan, bukan pengganti rumput harian. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Fapet Unhas berkomitmen terus mendampingi peternak lokal di Kabupaten Soppeng dalam menerapkan teknologi terapan peternakan guna meningkatkan produktivitas ternak dan kesejahteraan peternak rakyat.





