Dosen Unhas Latih Warga Desa Kayu Loe Bantaeng Hasilkan Produk Olahan Telur Bernilai Ekonomi Tinggi

Bantaeng – Dosen Departemen Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas), melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Olahan Telur untuk Peningkatan Gizi Keluarga dan Pendapatan UMKM”.

Dalam kegiatan tersebut, Endah Murpi Ningrum, S.Pt., MP., salah satu dosen Departemen Produksi Ternak Fakultas Peternakan Unhas, hadir sebagai narasumber. Ia memperkenalkan penerapan teknologi diversifikasi produk olahan telur kepada masyarakat setempat.

Telur selama ini dikenal sebagai bahan pangan yang murah, mudah didapat, dan kaya gizi. Telur mengandung protein hewani berkualitas serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, sebagian besar masyarakat masih mengonsumsinya dalam bentuk yang itu-itu saja, seperti direbus atau digoreng. Melalui diversifikasi, telur dapat diolah menjadi aneka produk yang lebih menarik, lebih awet, dan lebih bernilai jual.

“Telur adalah sumber protein yang sangat baik dan harganya terjangkau, sehingga sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kalau diolah menjadi produk yang beragam, telur tidak hanya lebih disukai anak-anak, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menambah penghasilan keluarga,” ujar Endah.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa diversifikasi produk olahan telur punya dua manfaat utama. Pertama, dari sisi gizi keluarga, olahan telur yang bervariasi dapat meningkatkan minat anggota keluarga, terutama anak-anak, untuk mengonsumsi pangan bergizi secara rutin. Kedua, dari sisi ekonomi, produk olahan telur membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM dan ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan.

Peserta diperkenalkan dengan teknologi pengolahan yang sederhana dan dapat diterapkan di rumah tangga maupun skala usaha kecil. Materi disampaikan melalui demonstrasi langsung, dengan setiap tahapan pembuatan diuraikan oleh pemateri. Produk yang didemonstrasikan adalah telur pindang, telur asin, dan abon telur. Selain itu, peserta mendapat gambaran tentang pentingnya menjaga kebersihan, kualitas bahan baku, kemasan, dan pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 warga Desa Kayu Loe, yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, dan pelaku UMKM. Peserta tampak antusias mengikuti materi, aktif bertanya, dan memperhatikan setiap tahapan pembuatan produk selama kegiatan berlangsung. Warga juga berdiskusi tentang peluang pemasaran produk olahan telur di lingkungan mereka.

Kepala Desa Kayu Loe, Muhammad Naim, turut hadir dan memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga karena memberikan keterampilan baru yang dapat langsung dipraktikkan di rumah maupun dikembangkan menjadi usaha. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di desanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Departemen Produksi Ternak sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, Fakultas Peternakan Unhas berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Dengan begitu, warga Desa Kayu Loe dapat meningkatkan gizi keluarga sekaligus memperkuat ekonomi melalui usaha olahan telur yang berkelanjutan.

Bagikan