Sinergi Fapet Unhas–IPB–BRMP Dorong Kemandirian Bibit Ayam Lokal Indonesia

Makassar, 15 Oktober 2026. Upaya pengembangan ayam lokal Indonesia saat ini mendapatkan perhatian signifikan dari pemerintah dengan mendorong pengembangan pembibitan dan diseminasi beberapa galur ayam lokal yang memiliki keunggulan dan daya saing secara nasional. Hal ini terungkap pada kegiatan rapat koordinasi program kerja sama strategis pengembangan sumber daya genetik ayam lokal yang melibatkan BRMP PKH, IPB University dan Unhas sebagai host.

Bertempat di Aula Fakultas Peternakan Unhas, kegiatan rapat koordinasi dimaksudkan sebagai tindak lanjut dari kegiatan FGD awal yang dilaksanakan pada Juli 2026 dan sebagai bentuk evaluasi bersama kegiatan pengembangan ayam lokal yang berpusat pada tiga institusi, yaitu BRMP UAT (ayam KUB), Fakultas Peternakan IPB University (ayam IPB D1), dan Fakultas Peternakan Unhas (ayam Alope Unhas-1). Kegiatan tersebut menghadirkan semua pihak yang terlibat dalam program tersebut, termasuk beberapa mitra kerja sama di wilayah Sulawesi Selatan.

Kegiatan dimulai dengan sambutan selamat datang oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., IPU, dan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Kepala Pusat BRMP PKH, Dr. Drh. Agus Susanto, M.Si. Arahan dari Menteri Pertanian RI terkait pengembangan ayam lokal di Indonesia disampaikan oleh staf ahli Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Abdul Haris Bahrun, M.Si.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan perkembangan program pembibitan ayam lokal di masing-masing unit. Tampil sebagai moderator adalah Drh. Iif Syarifah Munawaroh, M.Epid yang merupakan ketua tim monitoring dan evaluasi (monev) dari BRMP PKH. Tim dari BRMP-UAT diwakili langsung oleh Kepala Balai Dr. A. Saenab, S.Pt., M.Si, semenatara dari IPB dan Unhas di wakili masing-masing Dekan dari Fakultas Peternakan (IPB: Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana, MSc.Agr., IPU,; fapet Unhas, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si, IPU). Sebelum pemaparan dari masing-masing tim, Dr. Komaruddin, M.Si, sebagai ketua kelompok tim dan penyebarluasan hasil BRMP PKH, turut menyampaikan arah pengembangan ayam lokal pada periode 2026 dan rencana 2027 mendatang, dan mengingatkan pentingnya pencapaian 2026 agar kemandirian atas bibit ayam lokal dapat segera diwujudkan.

Dr. A. Saenab dalam pemaparannya menyampaikan bahwa BRMP UAT akan mengembangkan ayam jenis KUB terutama KUB Janaka dan KUB Narayana dengan target sejumlah 10.000 ekor indukan pada akhir tahun 2026. Prof. Idat juga mengemukakan bahwa target pengembangan ayam IPB-D1 hingga akhir tahun adalah 5.000 ekor induk atau calon induk, dan pada tahun 2027 direncanakan akan mengembangkan ayam jenis lain, yaitu IPB-D2 dan D3. Sementara itu, Prof. Syahdar melaporkan bahwa target pengembangan ayam Alope Unhas-1 adalah 5000 ekor induk pada akhir 2026 yang meliputi tiga wilayah pengembangan, yaitu kampus Unhas, Kab, Wajo, dan Kab. Maros. Selain itu, juga akan dikembangkan jenis ayam Alope Unhas-2 yang diarahkan untuk sifat produksi telur yang lebih tinggi dibanding Alope Unhas-1.

Selain target pengembangan populasi induk, masing-masing unit juga menargetkan diseminasi bibit ayam lokal yang diproduksi dapat menjangkau penerima manfaat atau mitra yang lebih banyak dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Pada sesi diskusi, beberapa peserta juga ikut berkontribusi dengan memberikan saran dan pertanyaan terkait arah pengembangan ayam lokal ke depannya dan beberapa kendala yang sering dihadapi, terutama pada skala peternakan rakyat.

Bagikan