Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Barru dengan kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kab. Barru (Sabtu 3 Januari 2026). Pemerintah Kab Barru menggunakan instrumen ayam ALOPE UNHAS-1, ternak itik dan tanaman produktif lainnya sebagai paket teknologi yang akan diintroduksikan pada rumah tangga rentan kemiskinan. Melalui inisiasi Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si, bersama Dekan Fak. Peternakan Unhas Prof. Dr. Syahdar Baba, program ini akan didesain berkelanjutan sehingga rumah tangga rentan kemiskinan dapat beranjak meninggalkan situasi ekonomi yang dihadapi. Keberadaan ayam ALOPE UNHAS-1 yang telah dirilis oleh kementerian pertanian pada September 2025 sebagai salah satu galur ayam kampung di Indonesia menjadi bukti komitmen kontribusi Unhas pada pembangunan SDGS No Poverty melalui produk inovasi hasil riset Unhas.
Fak. Peternakan akan mendorong pemerintah Kab. Barru untuk mendirikan pembibitan ayam ALOPE UNHAS-1 sehingga Barru akan menjadi daerah yang mandiri bibit ayam. Untuk meningkatkan daya saing ayam yang dihasilkan maka komponen lain yang akan didorong adalah inovasi pakan ayam berbahan baku lokal sehingga biaya produksi ayam dapat diturunkan. Implementasi kegiatan untuk breeding sementara dalam proses pembangunan dengan kapasitas yang direncanakan adalah 500 ekor DOC per pekan. Ditargetkan, pada bulan September 2026, produksi DOC dapat ditingkatkan menjadi 1.000 per pekan. Jumlah RT rentan miskin yang akan ditingkatkan pendapatannya mencapai 150 RT.
Kepala Dinas Pertanian Ir. Ahmad menyampaikan bahwa melalui dinas pertanian, kegiatan ini akan dikawal oleh tim teknis yang telah disiapkan khusus. Pada bagian lain, Syahrir, S. Pt., sebagai kepala bidang peternakan mengharapkan adanya pelatihan pada pendamping lapangan sehingga introduksi teknologi pada RT penerima manfaat dapat optimal. Tanpa mengikuti SOP, dikhawatirkan kegiatan ini sulit mencapai hasil sebagaimana mestinya.




