Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) secara resmi mengumumkan penerima manfaat terpilih untuk Proyek Hibah Low Carbon Development Initiative-Innovation and Technology Fund (LCDI-ITF). Berdasarkan Keputusan Direktur Utama BPDLH Nomor 31/2025 yang ditetapkan pada 6 Maret 2026, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) ditetapkan sebagai salah satu lembaga penerima manfaat yang memenuhi seluruh persyaratan.
Penetapan ini menandai langkah maju dalam implementasi proyek inovatif yang berfokus pada pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular di kawasan timur Indonesia. Fapet Unhas akan menjalankan proyek berjudul “Pengelolaan Sampah Terintegrasi Teknologi Maggot dan Ayam Alope Unhas 1 dalam Mendukung Ekonomi Sirkular di Sulawesi Selatan.” Proyek yang masuk dalam sektor Limbah (Waste) ini akan berlokasi di kampus utama Unhas, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.
Inisiatif ini dirancang untuk mengintegrasikan teknologi biologis, yaitu budidaya maggot black soldier fly (larva lalat tentara hitam, (Hermetia illucens) dan pemanfaatan Ayam Alope Unhas 1 (ayam lokal hasil pengembangan Fakultas Peternakan Unhas), sebagai solusi pengelolaan sampah organik. Pendekatan terpadu ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai ekonomi melalui produk turunan seperti protein hewani dan kompos, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular.
“Proyek ini lahir dari keprihatinan kami terhadap permasalahan sampah organik yang belum terkelola secara optimal. Kami menawarkan solusi terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi maggot sebagai agen pereduksi sampah, sekaligus mengembangkan potensi Ayam Alope Unhas 1 sebagai ternak lokal unggulan yang dapat memanfaatkan maggot sebagai sumber pakan. Ini adalah wujud nyata hilirisasi riset di Fapet Unhas yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami bertekad untuk menunjukkan bahwa solusi berbasis peternakan bisa menjadi jawaban bagi tantangan lingkungan hidup.” Ujar Dekan Fapet Unhas, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si, IPU. yang juga bertindak sebagai Ketua Tim. Dengan adanya pendanaan dari program LCDI-ITF, diharapkan proyek ini dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta lingkungan di Sulawesi Selatan.




