Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperluas jejaring kemitraan strategis guna mendukung pengembangan sektor peternakan nasional. Langkah nyata diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Wisata Sapta Pesona, pengelola destinasi eduwisata Cimory Dairy Land, yang berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026.
Kerja sama ini berfokus pada pengelolaan ternak serta pengembangan berbagai peluang kolaborasi di masa mendatang, khususnya dalam mendukung operasional kawasan eduwisata berbasis peternakan.
Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, menyampaikan apresiasi atas komitmen Cimory Dairy Land dalam mengusung konsep eduwisata peternakan. Menurutnya, pendekatan ini mampu memperkenalkan dunia peternakan secara lebih aplikatif dan menarik kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Dalam pertemuan tersebut, Estate Manager Cimory Dairy Land Makassar, Ibu Kartika, memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaannya. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan akan berbagai jenis ternak seperti kelinci, marmut, sapi perah, kuda, dan unta masih bergantung pada pasokan dari luar Pulau Sulawesi karena ketersediaan lokal belum mencukupi. Hal serupa juga terjadi pada kebutuhan pakan ternak yang masih harus didatangkan dari Pulau Jawa.
Merespons hal itu, Prof. Syahdar Baba menegaskan bahwa Fapet Unhas memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk menjawab tantangan tersebut. Ia optimistis kerja sama ini dapat mendorong kemandirian penyediaan ternak dan pakan di kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.
Ke depan, kemitraan kedua pihak akan dijabarkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk setiap program kerja yang disepakati. Sementara itu, Wakil Dekan III Fapet Unhas, Prof. Dr. Muh. Ihsan Dagong, menambahkan bahwa skema hilirisasi riset melalui program “matchmaking industri” juga dapat diusulkan. Hal ini bertujuan mengoptimalkan pendanaan dan sinergi dari kedua belah pihak.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Fapet Unhas sebagai mitra strategis industri, tetapi juga menjadi model kolaborasi akademisi dan dunia usaha dalam pengembangan peternakan berkelanjutan di Indonesia.



