Dosen Peternakan Unhas Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pengolahan Telur di Desa Karelayu

Dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil ternak, Endah Murpi Ningrum, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang juga bertindak sebagai Dosen Pendamping KKN (DPK), menggelar pelatihan pembuatan telur pindang dan telur asin di Desa Karelayu, Kecamatan Tamalate, Kabupaten Jeneponto, Kamis (6/2).

Kegiatan yang dihadiri mahasiswa KKN Unhas Gelombang 113, aparat desa, serta warga setempat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik pengolahan telur yang lebih awet dan bernilai jual tinggi. Dalam pemaparannya, Endah menjelaskan secara rinci proses pembuatan telur pindang menggunakan campuran rempah-rempah serta teknik pengasinan telur dengan metode perendaman menggunakan abu gosok dan garam.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis produk olahan telur, sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujarnya.

Warga Desa Karelayu terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka tidak hanya menyimak teori yang disampaikan, tetapi juga ikut serta dalam praktik pembuatan telur pindang dan telur asin. Dukungan penuh juga datang dari aparat desa yang mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memberdayakan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Unhas, terutama kepada Bu Endah dan mahasiswa KKN yang telah berbagi ilmu bermanfaat bagi warga kami. Keterampilan ini tentu bisa menjadi peluang usaha baru,” ujar Kepala Desa Karelayu.

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 113 turut mendampingi peserta dalam setiap tahapan pelatihan. Mereka juga memberikan wawasan tambahan terkait inovasi pengemasan agar produk yang dihasilkan lebih menarik dan memiliki daya saing di pasaran.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Karelayu diharapkan dapat mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui usaha berbasis pengolahan telur. Program pengabdian ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang lebih mandiri dan produktif.

Bagikan