Makassar (21/09/2026). Sebagai tindak lanjut kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Nunukan, Universitas Hasanuddin melalui Fakultas Peternakan memperkuat kerjasama dalam bidang pengembangan peternakan. Beberapa wakil dari pemkab Nunukan menyempatkan diri untuk berkunjung ke fasilitas pengembangan Alope Unhas-1 yang berlokasi di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengobservasi pusat pengembangan ayam Alope Unhas-1 dan menjajaki kerjasama pengembangan Alope Unhas-1 di wilayah kerja Kabupaten Nunukan dengan target pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Mewakili tim dari Nunukan, Abdullah Tangsi, anggota tim percepatan pembangunan Daerah Kab Nunukan, mengemukakan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin dan Fapet Unhas atas sambutan dan kesediaan dalam menerima kunjungan di Fapet Unhas. Lebih lanjut disampaikan bahwa Kab. Nunukan memerlukan pengembangan komoditi yang dapat membantu masyarakat agar dapat mandiri dalam pemenuhan kebutuhan akan daging unggas dan mengurangi tingkat ketergantungan pada produk-produk yang bersumber dari negara tetangga (Malaysia, red). “Sebagai wilayah yang terletak di area terluar dan berbatasan langsung dengan Malaysia, pasokan barang lebih mudah masyarakat akses dari Malaysia dibanding pemenuhan dari dalam negeri sendiri. Oleh karena itu, kami melihat ayam ALope Unhas-1 ini memiliki keunggulan untuk dapat dikembangkan di Nunukan” pungkas Abdullah.
Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Fapet Unhas, Dr.Agr. Ir. Renny Fatmyah Utamy, S.Pt., M.Agr, IPM, yang turut serta mendampingi tamu dalam kunjungan tersebut menegaskan komitmen Fapet Unhas dalam berkontribusi tidak hanya dalam proses pembelajaran di kampus, namun juga dapat berdampak luas dan hadir di tengah-tengah masyarakat. Dr Renny juga menyebutkan bahwa Fapet Unhas saat ini telah melakukan kerjasama serupa dengan beberapa Pemerintah Kabupaten di Wilayah Sul-Sel seperti Kab. Barru, Kab. Maros dan Kab,. Wajo dalam pengembangan ayam Alope Unhas-1. Contoh model yang diterapkan pada masing-masing wilayah memiliki karakteristik yang khas sehingga dapat menjadi contoh pengembangan Alope di wilayah lain termasuk Kab. Nunukan kedepannya.
Beberapa tim peneliti Alope yang turut hadir dalam mendampingi selama kunjungan dan memberikan penjelasan antara lain M. Rachman Hakim, S.Pt., MP, Dr. Ir. Daryatmo, S.Pt., MP., IPM, dan M. Misbah A.R, S.Pt., M.Si. Selama pendampingan kunjungan diuraikan terkait sejarah pengembangan Alope dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam manajemen pemeliharaan ayam tersebut. “Ayam Alope Unhas 1 sebagai produk riset Fapet Unhas, memiliki sifat adaptasi lingkungan yang baik sehingga memungkinkan untuk dipelihara pada berbagai kondisi lingkungan, namun beberapa aspek dalam manajemen pemeliharaan perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat termasuk potensi penggunaan bahan baku pakan lokal yang banyak tersedia di wilayah setempat” Ujar Hakim. Selain itu, Dr. Daryatmo menambahkan beberapa contoh pengembangan ayam Alope yang dapat dilakukan tidak hanya di wilayah pedesaan, namun juga di wilayah perkotaan dengan memberi contoh system Urban Farming di kota Makassar dengan komoditi ayam Alope Unhas-1 sebagai salah satu penggerak utama kegiatan ekonomi masyarakat.
Kunjungan tersebut diakhir dengan kesepakatan kerjasama yang akan diimplementasikan dalam bentuk pengiriman paket bibit ayam ALope Unhas-1 dan tim pendamping yang akan mengawal proses adaptasi pemeliharaan pada tingkat penerima manfaat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi trigger munculnya kegiatan-kegiatan ekonomi baru berbasis komoditi ayam Alope Unhas-1 di Kab. Nunukan dan menjadi contoh wilayah lainnya di Indonesia.





