Pendidikan karakter merupakan hal yang mutlak bagi mahasiswa untuk menghasilkan alumni yang berdaya saing, tangguh, kreatif, dan adaptif serta memiliki berbagai keunggulan lainnya. Saat ini, mahasiswa tidak hanya perlu dibekali dengan pengetahuan teknis di bidangnya, tetapi juga dituntut untuk memiliki karakter sehingga ketika menjadi alumni nantinya mampu menjadi generasi pemimpin yang unggul. Menyadari pentingnya pendidikan karakter, Fakultas Peternakan terus melakukan improvisasi dalam proses pembelajarannya, salah satunya dengan mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses belajar-mengajar di dalam kelas.
Proses belajar-mengajar di dalam kelas yang dilakukan oleh dosen dengan waktu pertemuan efektif 16 kali pertemuan merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk menanamkan karakter bagi mahasiswa. Dalam 16 kali pertemuan, dosen dapat mendesain pembelajaran sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis peternakan, tetapi juga menanamkan karakter dalam prosesnya, sehingga mahasiswa Fakultas Peternakan akan menjadi alumni yang mumpuni.
Integrasi pendidikan karakter ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Peternakan dalam mempersiapkan lulusan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan masyarakat yang terus berkembang. Lulusan diharapkan memiliki keseimbangan antara kompetensi teknis peternakan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta karakter profesional. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan di Fakultas Peternakan diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan “lulusan yang pintar”, tetapi juga “lulusan yang baik, tangguh, adaptif, dan berdampak.
Selama dua hari (10-11 Agustus 2026), sebanyak 50 orang dosen yang terdiri dari kombinasi dosen muda dan dosen senior mengikuti lokakarya dan pelatihan (lokalatih) untuk maksud tersebut. Lokalatih ini difasilitasi oleh KITA BHINNEKA TUNGGAL IKA, salah satu LSM yang fokus pada pendidikan bela negara bagi masyarakat selama kurang lebih 15 tahun. Selama dua hari pelaksanaan lokalatih, dosen Fakultas Peternakan mampu merumuskan tujuh nilai (values) yang cocok untuk dikembangkan bagi mahasiswa dan tujuh kompetensi yang akan diantarkan pada proses pembelajaran di Fakultas Peternakan. Ketujuh values tersebut antara lain: Achievement, Collaboration, Empathy, Adaptability, Creativity, Spirituality, dan Responsibility. Adapun kompetensi kepemimpinan yang diharapkan dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Peternakan yaitu: Decision Making, Adaptability, Communication, Technical Professional Skill, Planning and Organization, Continuous Learning, dan Tenacity.
Di akhir kegiatan, TIM KITA BHINNEKA akan merumuskan rekomendasi tindak lanjut yang akan diberikan kepada seluruh dosen Fakultas Peternakan untuk diimplementasikan pada proses belajar-mengajar di Fakultas Peternakan. Testimoni dari berbagai dosen menunjukkan bahwa selain manfaat metode integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran, metode yang diantarkan oleh tim KITA BHINNEKA juga mampu semakin mempererat rasa kekeluargaan di Fakultas Peternakan. Silaturahmi antardosen dengan berbagai level menjadi semakin cair dan akrab dengan tetap menjaga budaya yang ada selama ini. Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si, IPU, mengharapkan rekomendasi yang dikeluarkan di akhir program segera dapat diimplementasikan pada kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan oleh seluruh dosen.







