Fapet Unhas Kembali Melepas Mahasiswa Peserta Student Mobility ke Malaysia

Makassar, 24 Juni 2026 – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global dan meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui program pertukaran internasional. Sebanyak 14 mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas diberangkatkan ke Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, untuk mengikuti program FPV Inbound Mobility Program 2026 dengan tema “Advancing Veterinary Entomology Through Global Mobility.” Program yang berlangsung pada 16–30 Juni 2026 ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni doktoral, magister, dan sarjana.

Kegiatan Pelepasan peserta berlangsung pada Selasa 23 Juni 2026 bertempat di aula Fakultas Peternakan oleh Rektor Unhas diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., didampingi Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan Dr. Ir. Hikmah M. Ali, S.Pt., M.Si, IPU, ASEAN Eng. dan Kaprodi S1 Peternakan Dr.Agr. Ir. Renny Fatmyah Utami, S.Pt., M.Agr, IPM.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam mendorong mobilitas akademik mahasiswa ke luar negeri sekaligus menjawab tantangan global di bidang ketahanan pakan dan pengelolaan limbah organik. “Kami sangat mendukung penuh inisiatif Fakultas Peternakan ini. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Unhas terus aktif membangun kolaborasi internasional yang berdampak,” ujarnya.

Metode Blended Learning: Online dan Langsung di Lapangan

Program dua minggu ini dirancang dengan metode blended learning yang memadukan perkuliahan daring dan praktik langsung di lapangan. Pada pekan pertama (16–23 Juni 2026), mahasiswa mengikuti kuliah daring dari kampus Unhas di Makassar melalui platform Google Meet/UniSZA. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar entomologi, struktur dan fungsi tubuh serangga, peran serangga sebagai vektor penyakit, serta pemanfaatannya dalam pakan ternak dan bioteknologi.

Memasuki pekan kedua (24–30 Juni 2026), seluruh peserta bertolak ke Kampus Besut, Terengganu, Malaysia, untuk mengikuti sesi tatap muka dan praktikum lapangan di Fakultas Kedokteran Hewan UniSZA. Kegiatan di Malaysia meliputi identifikasi serangga vektor di laboratorium, diskusi kasus tentang peran serangga dalam pakan ternak, serta kunjungan industri ke pabrik produksi Black Soldier Fly (BSF) sebagai salah satu solusi inovatif dalam pengelolaan limbah organik dan penyediaan pakan alternatif.

Manfaat Strategis bagi Mahasiswa dan Universitas

Program ini memberikan sejumlah manfaat strategis. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar lintas negara menjadi nilai tambah dalam kompetensi akademik sekaligus mengasah kemampuan komunikasi antarbudaya, kerja sama tim internasional, dan kemandirian. Selain itu, setiap peserta berkesempatan memperoleh 1 kredit mata kuliah yang dapat dikonversi ke dalam kurikulum Unhas.

Bagi Fakultas Peternakan Unhas, kolaborasi ini membuka peluang riset bersama, publikasi internasional, serta potensi pengembangan program double degree atau sandwich di masa depan. Sementara bagi Universitas Hasanuddin, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) terkait mahasiswa yang berkegiatan di luar negeri serta memperkuat posisi Unhas sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam mobilitas internasional.

UniSZA sendiri merupakan universitas negeri terkemuka di Malaysia yang telah menjalin kemitraan strategis dengan lebih dari 100 institusi pendidikan tinggi di Asia dan Eropa. Fakultas Kedokteran Hewan UniSZA, sebagai tuan rumah, memiliki reputasi unggul dalam pengembangan ilmu kedokteran hewan tropis, termasuk entomologi veteriner yang menjadi tema utama program ini.

Dukungan Penuh Universitas

Pimpinan Universitas melalui Kantor Urusan Internasional Unhas di bawah koordinasi Sekretaris Universitas (Sekun Unhas) terus mendorong dan memfasilitasi berbagai program mobilitas mahasiswa, baik melalui jalur beasiswa maupun kemitraan antarinstitusi. Melalui program ini, Unhas berharap dapat terus memperluas jejaring global dan melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki daya saing di kancah internasional. Dengan berakhirnya program pada 30 Juni 2026, seluruh peserta dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 1 Juli 2026. Unhas optimistis bahwa pengalaman berharga ini akan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Bagikan