Kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia (28/02/2026) ke kandang penelitian dan pembibitan Ayam Alope Unhas 1 membuahkan hasil yang menggembirakan. Menteri Pertanian yang juga ketua IKA Unhas mengapresiasi hasil riset yang telah dilakukan oleh Laboratorium Produksi Ternak Unggas yang diketuai oleh Dr. Ir. Wempie, M.Sc. yang telah berhasil melepaskan galur ayam kampung baru di Indonesia. Menteri Pertanian mengharapkan agar ayam ini terus dikembangkan dan diharapkan mampu mengisi relung pasar daging ayam yang dikuasai oleh ayam broiler. Di sisi lain, Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. menyampaikan bahwa kehadiran ayam Alope Unhas 1 sebagai bukti bahwa proses hilirisasi riset yang dimulai dari proses seleksi, riset molekuler dan riset pakan mampu menjawab tantangan akan peran perguruan tinggi untuk semakin berdampak bagi masyarakat. Rektor mengapresiasi sepenuhnya kepada seluruh tim peneliti yang telah menhadirkan Local Pride bagi Unhas, Sulsel dan Indonesia. “Kehadiran ayam Alope Unhas 1 juga menjadi jawaban bagi pertanyaan tentang nama ayam yang ada di logo Unhas. Kalau selama ini banyak orang penasaran tentang nama ayam yang ada di logo Unhas, maka hari ini jawabannya sudah ada, yaitu ayam Alope Unhas 1”, tegas Prof. Jamaluddin di hadapan Mentan.
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Peternakan Unhas Prof. Dr. Ir. Syahdar Baba, M.Si. IPU menyampaikan bahwa riset Alope dimulai dari program Prioritas Riset Nasional (PRN) yang diinisiasi oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi/BRIN pada tahun 2019 yang terus berlanjut sampai dengan tahun 2025. Unhas mendapat mandat bersama UGM dan IPB untuk menghadirkan ayam kampung yang dapat mencapai berat 1 kg pada umur 70 hari. “Alhamdulillah, Alope Unhas 1 telah melebih target di mana pada generasi kelima, berat 1 kg dicapai pada umur 60 hari,” pungkas Dekan Fapet. Harapan Menteri Pertanian pada umur di bawah 50 hr, berat badan 1 kg dapat dicapai. Tentu saja, ini butuh waktu dan riset yang berkelanjutan agar hasil yang dicapai Alope Unhas 1 dapat dinikmati oleh masyarakat.





