Sebagai tindak lanjut dari Program Pengabdian Masyarakat (PPM) multitahun khususnya skim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), maka dilakukanlah kolaborasi antar dua perguruan tinggi. Kolaborasi kegiatan Pengabdian Masyarakat dilaksanakan oleh dosen Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dengan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa (Unibos) sebagai wujud kepedulian perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset di Masyarakat. Tim dari Fak. Peternakan Unhas terdiri dari Prof.Dr.Ir. Muhammad Irfan Said, S.Pt, M.P, IPM, ASEAN Eng. Sebagai ketu pelaksana yang beranggotakan Dr.Ir.Agr.Renny Fatmyah Utamy, S.Pt, M.Agr, IPM dan Dr.Sutomo, S.Pt, M.Si, sedangkan Fak.Ekonomi Unibos diwakili oleh Dr. Miah Said, SE, M.Si.
Beberapa Teknologi telah diimplementasikan antara lain : 1) teknologi pengolahan limbah organik ternak (feses dan urin) menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC), 2) teknologi proses produksi pakan silase jerami fermentasi, 3) manajemen perkandangan, 4) teknologi diversifikasi olahan jamur tiram dan 5) strategi pengembangan produk dan inovatif melalui digital marketing.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Watu, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini melibatkan mitra Kelompok Tani Ternak (KTT) “Allaringnge” pimpinan bapak (Amiruddin) yang bergerak dalam bidang budidaya sapi Bali. Selanjutnya Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kampung Baru (Hardiyanti) dengan kegiatan utama budidaya jamur tiram serta Bumdes “Dewa Utama” (Linda Arianti) sebagai ujung tombak pemasaran produk-produk UMKM di Desa Watu. Untuk mempercepat alih teknologi ini, pihak DRTPM telah memfasilitasi bantuan beberapa peralatan teknologi sebagai pendukung pelaksanaan alih teknologi tersebut seperti : mesin giling kompos, mesin ayakan kompos, mesin pencacah Jerami, mesin jahit kemasan karung, timbangan digital, tong fermentasi silase. Pihak pemerintah Desa Watu, para anggota kelompok tani/ternak maupun masyarakat pada umumnya sangat menyambut baik program ini.



